REVIEW V

EARLIER BUDDHIST THEORIES OF FREE WILL: COMPATIBILISM

Kehendak bebas dapat dikatakan sebagai hal kebebasan melakukan tindakan, memilih, dan mengambil keputusan tanpa ada paksaan, tetapi didasari dengan aturan. Bukan kehendak bebas yang bersifat absolut, melainkan kehendak bebas yang relatif. Dalam Buddhisme tidak ditemukan kehendak bebas dalam teks kanonik. Kebebasan yang diajarkan Sang Buddha bersifat relatif, mengenal adanya moralitas dalam mewujudkan kehidupan bahagia. Terdapat aturan yang mengikat kehendak bebas agar seseorang dapat melakukan perbuatan baik.

Buddhisme menjelaskan tentang kehendak (cetana). Kehendak terjadi karena dorongan dalam diri dengan kesadaran. Setiap individu dapat memiliki kehendak bebas untuk berbuat baik atau buruk, tetapi hendaknya memahami adanya hukum kamma. Ingat terhadap kata pepatah “Siapa yang menanam dialah yang akan memetik buahnya”. Setiap perbuatan akan menghasilkan akibat sesuai jenis tindakan dalam kehidupan sekarang atau kehidupan selanjutnya. Meskipun demikian, Sang Buddha menganjurkan untuk berbuat berdasarkan kehendak baik untuk mencapai pembebasan.

Banyak agama yang bersifat dogmatis, dimana terdapat batasan pada keinginan dan larangan terhadap penyelidikan. Orang dikekang untuk tidak bertanya mengenai ajaran yang tertuang dalam kitab sucinya. Pernyataan mengenai tidak boleh bertanya, “karena itu merupakan perkataan tuhan dan tidak boleh dibantah”. Begitulah yang sering kita dengar dari agama dogmatis. Buddhisme menganjurkan pengikutnya untuk melakukan penyelidikan dan pemeriksaan ajaran yang diberikan oleh Sang Buddha. Setiap ajaran yang diberikan oleh Sang Buddha selayaknya di Ehipassiko. Buddhisme membuktikan adanya keterbuakaan terhadap pengikutnya untuk percaya atau tidak dengan ajaran Sang Buddha dengan cara pembuktian ajaran.

Repetti, Ricardo. 2010. Journal Of Buddhist Ethic, Earlier Buddhist Theories of Free Will: Compatibilsm. Volume 17.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: