REVIEW IV

KEBERUNTUNGAN DAN KARMA

Pandangan seseorang meengenai kesialan sering dijumpai, terutama ketika melihat urutan, atau mendapat giliran dengan nomor 13. Entah dimulai sejak kapan angka 13 dianggap sebagai lambang kesialan. Seperti yang banyak dijumpai di tempat umu seperti hotel. Setelah kamar 12, kemudian tidak ada kamar 13 tetapi langsung 14 atau 12B. Selain masyarakat memandang adanya angka simbol kesialan, terdapat pula angka yang dianggap sebagai lambang keberuntungan. Angka sembilan dan tujuh banyak menjadi buronan untuk dimiliki. Sebagai contoh, pemain sepak bola yang dianggap sebagai maskot selalu menggunakan angka 9 atau 7.

Agama Buddha tidak memandang adanya keberuntungan atau kesialan. Semua yang terjadi karena adanya sebab akibat (kamma). “kamma dapat juga dipandang sebagai menanam bibit. Jika anda menanam bibit apel, pohon apel akan tumbuh.  Jika anda menanam bibit ek, pohon ek yang akan tumbuh. Ia hanyalah prinsip dari hukum Sebab dan Akibat” (Y.T. Lee, 22;…). Siapapun orang yang bertindaklah, dia pula yang akan bertanggun jawab atas hal tersebut. Begitulah hukum kamma sebagai prinsipnya. Sehingga, seseorang tidak perlu khawatir terhadal keberuntungan atau kesialan, karena diri sendiri lah yang mengkondisikan. Bukan Tuhan juga yang membuat seseorang menjadi orang penuh kesialan, ataupun angka 13 yang membuat sial.

Sang Buddha menyarankan kepada umatnya untuk selalu berbuat kebajikan. “Pembuat kejahatan memetik buah penderitaan. Taburlah biji-biji, maka engkau sendirilah yang memetik buahnya” (Samyutta Nikaya, 227). Seseorang memiliki penderitaan bukan berarti mengalami kesialan. Pahami sifat dari kamma, bukan mengkambinghitamkan kondisi. Bukan karena tuhan ataupun angka yang membuat sial.

Referensi

Lee T. Y. Siapapun Dapat Ke Surga, Cukup Bersikap Baik Jalan Ke Surga dan Mencapai Nibbana. Patria; Sumatra Utara.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: