triocoellophe

Buddhisme dan Politik

  1. Pendahuluan

Awal terbentuknya negara tidak lepas dari awal terbentuknya suatu komunitas mayarakat. Dalam Aganna sutta, dijelaskan sebelum terbentuk satu keluarga, manusia hidup sebagai individu yang terpisah-pisah. Individu-individu bergabung membentuk kesatuan kelauarga. Keluarga-keluarga yang ada kemudian berkembang menjadi komunitas-komunitas kecil dalam satu suku dan pada akhirnya membentuk suatu sistem kemasyarakatan yang dinamakan negara.

Di dalam sistem ketatanegaraan, terdapat seorang pemimpin yang menjadi panutan bagi setiap rakyatnya dan penggerak roda pemerintahan. Dalam menggerakkan roda pemerintahan, seorang pemimpin dan pembantu pemerintahan tidak lepas dari pengaruh politik baik untuk mempertahankan .

Sebagian orang mengatakan politik adalah kotor. Banyak politikus yang menggunakan akal liciknya untuk meraih jabatan, kehormatan dan kekayaan. Politikus yang demikian tidak akan peduli dengan penderitaan orang lain. Hal semacam ini tentunya menimbulkan sejumlah pertanyaan bagi umat Buddha. Bolehkan umat Buddha berpolitik? Apakah Buddha merekomendasikan siswa-siswanya untuk terlibat dalam politik? Berdasarkan latar belakang penulis akan membahas tentang “Buddhisme dan Politk”

Lihat pos aslinya 1.444 kata lagi

About Foe_Ya

aku adalah seorang pelajar

Posted on 14 Maret 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: