dogmatisme dan akibat

NIM : 09.1.173 Makul : Filsafat Buddha I
DAMPAK NEGATIF DOGMATISME DALAM KEHIDUPAN SEKARANG
A. Latar Belakang
Setiap agama memiliki ajaran yang berbeda-beda, meskipun sama dalam ajaran antara agama yang satu dengan yang lainnya. Tetapi, memiliki perbedaan dalam bentuk penyampaian dan aplikasinya. Ada beberapa agama yang mengajarkan sesuatu berdasarkan kitab dan tidak terbantahkan. Bahakan ajaran agama dianggap yang apling benar dibanding dengan agama yang lain. Kadang kala menimbulkan pertengkaran dan pertentangan dengan agama lain. Ajaran yang berdasarkan suatu kitab yang tidak terbantahkan dapat disebut sebagai dogma.
B. Pembahasan
Dogma yang tidak terbantahkan tentu saja akan menimbulkan dampak yang negatif dan dampak yang positif dalam kehidupan sehari-hari, baik sekarang atau yang akan datang. Tetapi, penulis akan membahas tentang dampak negatif dari dogma di kehidupan sekarang. Terdapat banyak dampak negatif dari dogma antara lain; Global Warming, kurangnya rasa menghargai, pikiran menjadi tidak logis,
Salah satu ajaran agama yang mengatakan bahwa dengan memberikan hewan sebagai kurban karena beranggapan bahwa ketika mati akan menaiki hewan tersebut menuju surga. Padahal, kurban turut ikut andil dalam terjadinya pemanasan global. Pemanasan global terjadi akibat dari pembunuhan hewan dalam jumlah banyak. Satu sapi ketika dibunuh akan mengeluarkan gas panas dalam tubuh berupa gas metana karena rasa takut akan kematian. Menurut penelitian, bahwa satu ekor sapi menghasilkan gas metana setara dengan gas buang pembakaran pada mobil sepuluh kali lebih banyak. Sehingga, ketika terjadi upacara kurban maka bumi akan menaikan gas metana yang merusak atmosfer.
Terdapat pula ajaran yang mengatakan selain orang yang menganut agama “A” maka dianggap sebagai orang yang kafir. Ketika, dalam keluarga memiliki agama yang berbeda-beda kemungkinan besar akan terjadi pertengkaran yang mengkaitkan agama sayalah yang paling benar dan agamamu adalah salah. Mereka yang tidak mengerti kebenaran dari suatu dogma akan merasa paling benar dari pada yang lain. Bahkan, ketika bertemu dijalan tidak akan memberikan tegur sapa.
Seseorang yang berpikiran bahwa semua isi kitab benar dan tidak mau membuktikan kebenaran dari suatu kitab, maka akan berpikir Tuhanlah yang paling berkuasa. Pikiran akan selalu terisi akan hal-hal yang salah dimata hukum tetapi benar sesuai yang tertulis dikitab, atau orang yang mengajarkan agama. Sebagai contoh, orang berani menikahi anak dibawah umur karena beranggapan bahwa orang yang mengajarkan saya juga menikahi anak dibawah umur. Padahal hukum menyatakan tidak diperbolehkan untuk menikahi anak dibawah umur.
C. Kesimpulan
Suatu dogma yang tertulis didalam kitab belum tentu benar isinya, karena suatu kitab ditulis dan dibuat oleh manusia. Apalagi jika manusia yang mengajarkan suatu agama berdasarkan sistem ketuhanan dan Tuhanlah yang paling kuasa di dunia. Tuhan ada karena manusia, manusia yang mengajarkan suatu dogma dengan tujuan agar agama dapat dianut oleh banyak manusia adalah dengan menggunakan sesuatu yang dianggap paling berkuasa di jagad raya. Apabila pertanyaan yang tidak dapat dijawab maka dengan mudah menjawab “semua itu kehendak tuhan”. Dengan demikian orang akan merasa percaya dan tunduk akan ajaran yang diberikan.

About Foe_Ya

aku adalah seorang pelajar

Posted on 7 Februari 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: