calonsarjanabudha

Pernikahan Dini dalam Menciptakan Rumah Tangga Bahagia

Oleh : Dwi Susanto_NIM : 09.1.170

Manusia adalah makhluk yang memiliki akal untuk membedakan baik dan buruk. Manusia di dunia ini memiliki dua jenis yaitu, laki-laki dan perempuan. Begitu pula pada agama Buddha, di dalam Agama Buddha manusia di kelompokan menjadi  dua, yaitu pabbajita dan gharavassa. Pabbajita adalah manusia atau orang yang menjalani kehidupan suci (tidak berumah tangga), sedangkan gharavassa adalah seseorang yang menjalani kehidupan sebagai perumah tangga.

Di dalam kehidupan perumah tangga seseorang dapat memilih untuk menikah ataupun tidak menikah. Dhammananda, 2008:76 menyatakan Pernikahan merupakan hubungan kerjasama antardua individu. Hubungan kerjasama antarindividu ini tumbuh dan berkembang jika ia saling menerima kekurangan dan kelebihan dari masing-masing pasangan. Pada zaman sekarang banyak pernikahan yang gagal, hal ini dikarenakan mereka minakah sebelum pada waktunya (menikah dini). Pernikahan dini dilakukan oleh mereka disebabkan adanya kasus hamil di luar nikah, karena telah terlanjur hamil siap tidak…

Lihat pos aslinya 115 kata lagi

calonsarjanabudha

Review Journal Buddhist Ethics Volume 17

Tentang Early Buddhist Attitude Toword Nuns

Oleh : Dwi Susanto_NIM : 09.1.170

Artikel Early Buddhist Attitude Toword Nuns berisi mengenai kisah Mahapajapati Gotami dengan 500 orang bhikkhuni yang menghadap Sang Bhagava untuk memberi nasihat, pelajaran, dan ceramah tentang Dhamma. Pada kesempatan tersebut Sang Bhagava memerintah Bhikkhu Nandaka untuk memberi nasihat, pelajaran, dan ceramah tentang Dhamma kepada bhikkhuni, akan tetapi Bhikkhu Nadaka tidak ingin memberi nasihat, pelajaran, dan ceramah kepada para bhikkhuni.

Bhikkhu Nadaka tidak ingin memberi nasihat kepada para bhikkhuni dikarenakan dengan kekuatan batinya ia melihat bahwa, para bhikkhuni tersebut di masa lampau adalah selirnya ketika beliau menjadi raja, dan ia berpikir bahwa apabila ada bhikkhuni yang mempunyai kekuatan batin untuk mengingat kehidupan lampaunya akan dapat mengecam, karena ia masih terikat padanya. Kemudian Sang Bhagava datang dan berkata, berilah nasihat, pelajaran, dan ceramah mengenai Dhamma kepada para bhikkhuni, Bhikkhu Nadaka. Bhikkhu Nadaka menjawab Baiklah…

Lihat pos aslinya 142 kata lagi

calonsarjanabudha

PANDANGAN BUDDHISME TERHADAP TRADISI KEJAWEN

Oleh Dwi Susanto_NIM : 09.1.170

 

Di era modern ini, kehidupan manusianya sangat berbeda dengan zaman dahulu. Kehidupan sekarang lebih didukung dengan peralatan yang canggih dan modern, oleh karenanya banyak manusia kurang memperhatikan dalam hal berlatih untuk pengembangan batinnya, walaupun teradisi-tradisi Jawa masih ada tetapi masyarakat modern yang menjalankan tradisi Jawa semakin berkurang, hal ini berbeda dengan pola kehidupan masyarakat Jawa pada zaman dahulu.

Masyarakat Jawa mayoritas  menjalankan kehidupannya dengan tradisi-tradisi yang diturunkan dari nenek moyangnya seperti melaksanakan sadranan dan bertapa (tradisi kejawen atau ritual Jawa) sehingga masyarakatnya masih saling menghagai. Jika dipandang dari segi buddhis bertapa sama saja dengan meditasi, sedangkan sadranan seperti halnya melaksanakan pelimpahan jasa terhadap keluarga yang telah meninggal. Suseno, 1984: 82 mengatakan bahwa tolok ukur arti pandangan dunia bagi orang Jawa adalah nilai ketenangan, ketentraman, dan keseimbangan batin. Pandangan  masyarakat Jawa dalam menjalankan kehidupan mengacu pada ketenangan, ketentraman dan keseimbngan…

Lihat pos aslinya 187 kata lagi

calonsarjanabudha

Konsumerisme dalam Sudut Pandang Buddhisme

Oleh: Dwi Susanto_NIM : 09.1.170

Di era modern teknologi semakin maju dan berkembang, manusia sangat dimudahkan dengan berbagai fasilitas yang sangat canggih. Hal demikian membuat manusia harus memenuhi kerbutuhan yang belum tentu sangat diperlukan. Konsumerisme sekarang bukan hanya mejelajah dikalangan masyarakat kota, akan tetapi sifat konsumerisme sudah merambat kepada masyarakat pedesaan, mulai dari golongan atas, menengah, dan bawah.  Bagaimanakah konsumerisme jika dipandang dalam sudut pandang Buddhisme?.

Konsumerisme merupakan suatu kebiasaan manusia pada jaman sekarang, sifat konsumerisme timbul ketika ada barang-barang yang baru. Sebagi contohnya, di era modern ini handphone sudah tidak seperti pada masa pertama kali muncul, handphone hanya dimiliki oleh orang-orang kota yang memiliki banyak uang, akan tetapi dalam perkembangan jamannya handphone sudah menyebar luas di kalangan umum, bahkan sekarang sudah mayoritas setiap orang memiliki handphone. Meningkatnya manusia yang memiliki handphone merupakan bukti bahwa semakin meningkatnya konsumerisme manusia, seperti…

Lihat pos aslinya 181 kata lagi

calonsarjanabudha

Meraih Kesuksesan dengan Permasalahan

Oleh : Dwi Susanto_NIM : 091.170

Dewasa ini banyak orang-orang lari dari permasalahan, tanpa kecuali pada dunia pendidikan. Banyak peserta didik yang membolos pelajaran karena malas untuk mengerjakan tugas sekolah, mereka menganggap bahwa tugas-tugas sekolah merupakan hambatan, oleh sebab itu hambatan yang timbul harus dihindari. Mereka tidak menyadari bahwa dengan berbagai permasalahan yang timbul akan membawa mereka kepada kemajuan dan berkembangnya ide-ide baru. Mengapa hal ini bisa terjadi.? Oleh karena itu, diperlukannya pemahaman yang mendasar mengenai suatu permasalahan yang timbul dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Dalam usaha mencapai kesuksesan pasti ada hambatan atau permasalahannya, karena pada dasarnya tidak ada kesuksesan yang diraih oleh seseorang tanpa adanya permasalahan. Masalah yang timbul merupakan proses yang membuat seseorang mejadi mengetahui dan menambah kreativitas. Maxwell (2007: 327) mengatakan, “…. hambatan adalah harus ada bagi kesuksesan, karena hambatan adalah kunci kesuksesan.”  Oleh karena itu hambatan merupakan sesuatu yang harus dihadapi dan…

Lihat pos aslinya 125 kata lagi

calonsarjanabudha

Pembelajaran Aktif dengan Memanfaatkan Perkembangan Teknologi

Oleh : Dwi Susanto_NIM : 091.170

Dalam perkembangan zaman, teknologi semakin maju dan canggih. Manusia menciptakan berbagai alat yang dapat mempermudah pekerjaan manuasia, tanpa terkecuali pada dunia pendidikan. Dewasa ini hampir di setiap sekolah sudah ada komputer dan proyektor, di mana komputer  dan proyektor digunakan sebagai media untuk mempermudah guru dan siswa dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Oleh sebab itu, apa yang menjadi tujuan dari KBM akan tercapai, karena dengan guru memanfaatkan media pembelajaran yang modern, guru akan lebih mudah dalam menyampaikan materi pelajaran yang menarik, sehingga menyebabkan pembelajaran yang aktif.

Pembelajaran yang aktif merupakan pembelajaran yang diinginkan oleh setiap guru, karena dalam pembelajaran aktif siswa dilibatkan lansung dalam KBM. Dengan melibatkan siswa secara langsung di dalam KBM membuat siswa akan lebih mudah dalam memahami dan mengerti materi yang disampaikan. Menurut Silberman (2009: 2) pembelajaran akan aktif dan lebih bermakna di dalam diri siswa…

Lihat pos aslinya 171 kata lagi

ettysetya

AGAMA BUDDHA DAN KONSEP EKONOMI

Oleh: Etty Setya Wardhani    

          Banyak orang bekerja keras untuk mencari uang agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, menunjang dan membuat orang tuanya bahagia, serta membahagiakan keluarganya. Banyak orang yang berpendapat dengan uang seseorang dapat dihargai oleh orang lain, oleh sebab itu semua orang ingin menjadi kaya.  Terdapat empat hal di dunia ini yang diharapkan oleh setiap orang, tetapi sangat susah untuk mendapatkannya. Empat hal tersebut adalah harapan untuk  mendapatkan  kekayaan dengan jalan Dhamma, cita-cita agar menjadi orang terpandang dalam masyarakat, harapan agar mempunyai umur panjang dan selalu sehat, serta setelah meninggal dapat terlahir di alam-alam bahagia. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada kenyataanya keempat hal tersebut memang diharapkan oleh setiap orang. Perlu diingat bahwa untuk mendapatkan kekayaan adalah cukup mudah didapat, tetapi untuk mendapatkan kekayaan dengan jalan Dhamma merupakan hal yang sulit didapat. Dalam agama Buddha untuk memperoleh kekayaan harus secara…

Lihat pos aslinya 785 kata lagi

ettysetya

NAFAS SARANA TERAPI KEMARAHAN

 Oleh: Etty Setya Wardhani

          Kemarahan adalah suatu perasaan tidak menyenangkan yang ada dalam diri manusia, dapat membakar dan menyebabkan seseorang mengatakan dan melakukan hal-hal yang dapat disesali dikemudian.  Setiap orang pasti pernah megalami kemarahan, karena kemarahan tidak mengenal suku, adat, budaya, dan terjadi pada siapa saja tidak memandang agama dan status sosial. Bahkan kemarahan orang tidak beragama dengan orang yang beragama sama, karakteristiknya adalah meracuni, merusak, dan menghancurkan semua orang. Kemarahan merupakan penyakit yang universal, manusia mana yang tidak pernah mengalami sakit. Sakit jasmani ataupun sakit mental (kemarahan, kebencian, iri hati).

         Kemarahan dapat timbul karena adanya kontak indria dengan objek yang disertai ketidaksenangan. Contohnya:  ketika seorang perempuan melihat mantan kekasihnya yang pernah menyakitinya (sebagai obyek) dan setelah diproses dalam batin, maka tanggapan perempuan  tersebut tidak menyukai mantan kekasihnya, dan timbul kebencian dan kemarahan. Lain halnya dengan perempuan …

Lihat pos aslinya 376 kata lagi

I reblog this.

ettysetya

INTUITIVE AWARENESS

Buku yang berjudul Intuitive Awareness merupakan buku yang berisi tentang bagaimana cara untuk mengatasi problem yang mengotori pikiran, salah satunya yaitu mengenai identity (keakuan). Keakuan pada dasarnya merupakan masalah yang sulit dihindari bagi setiap orang, sehingga menjadi suatu dilema dalam kehidupan. Manusia tidak pernah lepas dari sifat keakuan, dimana keakuan itu sudah membentuk akar dalam diri seseorang. Menurut buku yang berjudul Intuitive Awareness terdapat sub judul yang sangat menarik bagi penulis karena judul sub bab itu berhubungan dengan diri sendiri, yaitu tentang Identity (keakuan). Banyak kondisi sebagai suatu kebenaran mutlak atau kesalahan mutlak dan hal tersebut menjadi korban dalam sebuah ilusi dalam menjaga sebuah keakuan. Seseorang yang mempunyai keakuan yang tinggi selalu menginginkan kehormatan dari seseorang, bukan dia yang menghormati seseorang. Selain itu, seseorang yang memiliki keakuan selalu berpikir negatif yaitu menganggap bahwa sesuatu itu kekal (tidak berubah) dan abadi.

Sub bab yang berjudul Identity membahas akibat dari…

Lihat pos aslinya 364 kata lagi

ettysetya

Attitudes Towards Nuns: A Case Study of the Nandakovada in the

Light of its Parallels

Bhikkhuni adalah wanita yang meninggalkan kehidupan perumah tangga untuk menjalani kehidupan suci. Bhikkhuni pertama adalah Mahapajjapati Gotami yang merupakan ibu tiri dari Pengeran Siddharta. Pada masa kehidupan Buddha Gautama banyak seorang wanita yang ditinggalkan suaminya menjadi Bhikkhu. Pada saat itu wanita memiliki keinginan untuk hidup menjadi seorang samana seperti mantan suaminya. Adanya keinginan menjadi seorang samana Mahapajjapati Gotami beserta lima ratus wanita lain memohon kepada Sang Buddha untuk ditahbiskan menjadi bhikkhuni tetapi Sang Buddha menolak karena menurut beliau wanita sangat sulit untuk menjadi seorang bhikkhuni. Kemudian memunculkan anggapan dilahirkan sebagai perempuan lebih rendah karena pada saat itu adanya desakan kaum brahmanisme yang semakin kuat di India. Gambaran negatifnya menunjukkan bahwa seakan-akan perempuan dipandang sebagai pihak yang disalahkan dan ditempatkan pada situasi yang tidak menguntungkan.  Buddhism menjelaskan bahwa Buddha haruslah seorang laki-laki sehingga saat ini masih…

Lihat pos aslinya 251 kata lagi